Separuh Jiwaku yang Kan Pergi …
Pada saat hal itu disodorkan padaku, aku hanya tersenyum dan menyarankan untuk memberikan kepadanya. Aku berpikir dia lebih membutuhkannya sekarang. Aku masih senang dengan apa yang telah aku miliki saat ini.
Terhenyak ketika mendengar hal itu membuatnya bahagia. Bukannya iri, tapi hanya takut kehilangan dia. Dia yang selama ini menemani hari-hariku. Ada suka dan ada pula duka yang mewarna. Ada kalanya hari-hari penuh airmata, namun tak jarang canda tawa berperan jua. Hari-hari yang penuh airmata itu rasanya sangat berat bagiku. Hati ini sakit, raga ini ikut menjerit, meminta kedamaian yang semula hadir dengan kehadirannya. Canda tawa yang ada membuat hidupku dan hidupnya semakin berwarna. Aah, indah rasanya.
Kini ketika dia telah memantapkan hatinya untuk suatu tujuan yang mulia, aku hanya bisa ikhlas. Ikhlas untuk kebahagiaannya. Aku mencintainya dan aku menyayangi dia. Tentunya kebahagiaannya akan merupakan kebahagiaanku juga. Pun, dia akan berlaku sama jikalau hal itu datang kepadaku. Aku sadar akan ada yang mencinta seperti dia, namun tempatnya di hati ini tetap sama, tak tergantikan, tetapi akan selalu kukenang.
Karena dialah separuh jiwaku yang kan pergi …
nitnot96 said,
January 8, 2011 at 5:59 am
pergi kemana mba…moga diberi kesabaran dan keteguhan hati…amiin…